Loading

Minggu, 15 Maret 2009

Vina dan Seragam SMA-nya (Kisah Nyata)

Kejadian ini terjadi pada saat aku kelass 3 SMA dan baru jadian sekitar 3 bulanan dengan Vina. Saat itu kota “S” sedang musim hujan dan saat pulang sekolah hari sudah sangat mendung. Aku yang saat itu belum kos dan masih numpang di rumah sepupuku berniat mengajak Vina nonton film di rumah yang kebetulan sedang sepi karena sepupuku sedang keluar kota beberapa hari. Jaman itu masih VCD dan belum ada DVD, kami sengaja meminjam film2 drama remaja yang sedang ramai di bioskop (maklum di kota “S” tidak ada bioskop jadi cuma bisa nonton di VCD). Setelah meminjam beberapa VCD dan membeli beberapa makanan ringan, aku segera membonceng Vina di motor tuaku menuju rumah sepupuku. Beruntung kami tiba sebelum hujan deras datang yang tiba2 turun setelah kami masuk kedalam rumah.

Segera saja aku putar film pertama tanpa berganti pakaian, saat itu kami masih mengenakan seragam abu2 SMA. Aku duduk di sofa sementara Vina duduk disampingku sambil mengunyah makanan ringan yang kami beli. Saat film sudah diputar Vina nampaknya serius mengikuti film drama remaja tersebut sementara aku sebentar2 melirik Vina sambil memandang wajah manisnya dan agak sedikit nakal aku lirik celah2 seragam SMA-nya di bagian teteknya yang mungil. Sambil berpikiran nakal aku turun dari sofa dan duduk di lantai karpet bersandar ke kaki sofa, aku ajak Vina duduk didepanku dan aku peluk dari belakang. Sambil mengunyah makanan Vina bersandar manja didadaku dan menikmati cerita film yang diputar, aku sendiri tidak konsen menonton film karena saat itu aku sibuk melirik belahan dada Vina dibalik seragam SMA-nya dan aku pun mulai beraksi. Tanganku memeluk Vina sambil menghusap perutnya yang rata dan sesekali aku ciumi rambut panjangnya yang wangi, Vina nampaknya lebih berkonsentrasi menonton film daripada memperhatikan aksiku.

Tak puas hanya menghusap perutnya dibalik seragam SMA-nya itu, tanganku mulai menghusap teteknya dari luar perlahan….tanganku sedikit gemetar karena itu pertama kali aku menyentuh tetek mungil Vina walau dari luar. Ehm….nampaknya Vina tidak sadar atau sengaja berkonsentrasi dengan film yang sedang diputar….kesempatan itu aku tidak sia2kan. Kedua tanganku kini menghusap2 kedua tetek mungil Vina yang masih berbalut seragam SMA-nya…..teteknya sangat hangat dan kenyal setelah aku remas perlahan beberapa kali. Vina mendesah perlahan saat kedua teteknya aku remas pelan2 dan aku ciumi rambutnya dari belakang…..dia tidak berkomentar sedikitpun dan masih asik atau puar2 asik melihat film tersebut. Sementara tangan kiriku menggegam teteknya yang hangat, kenyal, dan tidak seberapa besar tersebut, tangan kananku mulai menghusap paha kanannya sambil menyibakkan rok abu2nya…..Vina menanggapi hal itu dengan meremas pahaku dan tangannya aku arahkan untuk meremas-remas kontolku yang sudah tegang daritadi. Tangan kananku bergerilya dibalik rok SMA-nya.

Pahanya mulus dan hangat sekali…..tanganku mulai naik menuju memeknya dan menghusap memeknya dibalik CD putih katunnya….tiba2 Vina berbalik kearahku dan mencium bibirku….bibir merahnya mengulum bibirku dan aku pun membalasnya dengan penuh nafsu…sesekali aku hisap lidahnya dan membuat dia sedikit sulit bernafas….dia menarik bibirnya dari bibirku dan berkata “kamu lagi pengen ya?aku gamau ml dulu sayang…maaf ya” Aku mengangguk perlahan sambil berkata “sial!” dalam hati…..”Iya sayang aku lg pengen tapi kalo kamu belum siap gakpapa kok…tapi kamu puasin aku ya”. Aku kembali duduk di sofa dan minta Vina duduk diatasku sambil menghadapku…..Vina memegang kepalaku dengan lembut dan kembali kita saling berciuman bibir dengan nafsu memburu…sementara kedua tanganku menghusap paha mulusnya yang sedikit terbuka karena posisi duduknya yang mengangkang diatas pahaku. Lama bibir dan lidah kita saling mengulum…dan aku mulai membuka kancing seragam SMA-nya satu persatu sambil sesekali menciumi bagian atas teteknya yang mulus namun mungil itu.

Setelah kancing seragam SMA-nya terbuka semua…aku sibakkan BH-nya keatas untuk melihat gundukan Indah dibalinya…aku sempat menelan ludah sebentar menahan gemas bentuk teteknya yang bulat mungil namun menggemaskan itu…putingnya mungil sekali dan berwarna coklat kemerahan…segera aku netek di putting susunya dan melumatnya mulai dari lembut sampai sedikit kasar. Aku netek bergantian hingga kedua putingnya yang mengeras sedikit bengkak karena sedotan dan lumatanku. Puas dengan kedua putingnya, aku gigit daerah sekitar putingnya di teteknya dan aku sedot dalam2 hingga memar dan aku buat beberapa tanda merah2 di teteknya yang menggemaskan itu…Vina menggigit bibirnya saat puting dan teteknya aku lumat habis2an….sesekali dia menjambak rambutku dengan lembut sambil berkata “pelan2 sayang…”. Kontolku yang mengeras sejak tadi tampaknya butuh sentuhan juga nih…aku minta Vina berlutut dihadapanku dan segera aku keluarkan kontolku dihadapannya….tangan mulus mungilnya aku minta genggam tititku dan mengocoknya dengan lembut…”titit kamu gede banget sayang…..aku boleh kulum gak?”…tiba2 Vina bertanya seperti itu dengan nakalnya…

tanpa basa-basi segera aku iyakan dan kini dia sibuk mengulum kontolku yang agak super sehingga mulutnya yang mungil nampaknya tak mampu menampung seluruh kontolku. Sesekali aku usap rambutnya sambil aku merem melek keenakkan….kuluman Vina memang tidak seenak mantanku terdahulu namun cara dia menggenggam dan mengocok kontolku sangat luar biasa…enaknya. Tanpa terasa kontolku mulai bergemuruh dan tampaknya Vina mengetahui hal itu “kamu mau keluarin dimana? Ditetekku yang habis kamu lumat ini aja ya…??”…kocokan Vina semakin cepat sementara Vina merapatkan teteknya yang penuh memar merah hisapanku ke kontolku…seorang wanita berseragam SMA dengan tetek penuh memar yang terpampang terbuka itu kini menatapku dengan nakal melihat ekspresi wajahku yang menahan gemuruh menahan klimaksku……dan croootttttt!!! segera saja spermaku muncrat diteteknya dan sedikit mengenai seragam SMA-nya….tetek Vina penuh dengan sperma dan tangannya masih menggenggam kontolku dengan lembut…..itulah pengalaman Vina dengan seragam SMA-nya yang terus berlanjut hingga kami kuliah….
Bersambungggggg…………..
vina
Ini foto toked vina…. kalau suka kamu boleh isep…. shhhhhhhhhhhhh…..

LANJUT KLIK DISINI - Vina dan Seragam SMA-nya (Kisah Nyata)

Kristine Manado Lonte High Class


kristine-1
kristine-2

kristine-3
kristine-4
Lonte mahal… semalam 3 juta tapi body-nya OK’s dech bisa bikin kontol2 pada kejepit di lobang memek dan lobang anus sampe ngocrooooooooooooottttttttttt………
LANJUT KLIK DISINI - Kristine Manado Lonte High Class

Toked Mojang Bandung Poenya


Namanya Dhea mahasiswi PTS terkemuka di bandung…….. yang mau nomor hp kontak gue aja yah….. semalam cuma 1jt 500 aja kok di jamin kontol om ngecrot2 ketagihan pengen ngentot dea sampe pagi….
mojang-bandung-1
mojang-bandung-2
bulu jembut lebat nih pertanda gairah napsu seks gede!

mojang-bandung-3
mojang-bandung-4
Pas di entot memeknya sempit gilaaa.. muncrat2 deh sperma ahhhh……. crooootttttttttttt crooooot
LANJUT KLIK DISINI - Toked Mojang Bandung Poenya

Supir yang Beruntung

 ngentot anak majikanHari itu Nia lagi tiduran di ranjang. Matanya menerawang. Dia sedang mem- bayangkan peristiwa yang dialaminya sekitar 2 minggu yg lalu. Aneh juga, dia merasa sedikit terangsang jika mengingatnya. Entah kenapa. Sekarang dia dan supri ngga lagi perang dingin. Sudah lumayan supel hubungannya, seperti sebelum kejadian itu. Tit tit…tit tit… Nia tersentak sebentar lalu mengambil handphonenya yang tergeletak diatas ranjang. “Nia, mobil gue mogok. Ini gue di bengkel. Loe bisa jemput ngga?”. demikian kira-kira isi SMS dari Helda, kakak perempuan Nia. Disuruh jemput? Mana bisa. Soalnya saat itu Nia baru selesai belajar nyetir mobil. Masih belum punya nyali. Lagian, yang ada dirumah tinggal mobil kesayangan ayahnya. Kalo sampe ada apa-apa, bisa berabe. “Sori, cie. Kagak bisa. Hehehe…Kagak berani !”, jawab Nia melalui SMS. “Supri mana? Suruh jemput gue!”, tanya Helda lagi, lewat SMS. “Lagi tidur. Dia seharusnya memperbaiki jendela kamar gue. Memang males tuh supir itu.”, jawab Nia, lagi-lagi lewat SMS (anak orang kaya pelit juga ya ???). “Uh…dasar loe. Ya udah. Tunggu gue dirumah ya.”, balas Helda, juga melalui SMS. Nia tersenyum, lalu melanjutkan lagi lamunannya saat dirinya digituin oleh supri. [ Huh...dasar cewe gatel ].

Di bengkel, Helda ngga bisa langsung pulang karena musti mengurus paperwork asuransi dan tanda terima kerja. Dia juga musti stay di bengkel itu untuk menunggu sampai mobilnya selesai direparasi. Sementara itu… Di kamar, mungkin karena merasa horny akibat lamunan joroknya, Nia mulai memasang film blue. Cewek ini punya beberapa koleksi film blue lho, mulai dari Bule, Mandarin sampe Made In Indonesia. Ga banyak sih, paling sekitar 20 CD aja. Yang dia pasang kebetulan film blue Mandarin. Kalo loe-loe pernah liat film blue mandarin, tentu loe tahu kalo film ini terkenal ama erangan sang cewek. Ribut banget. Hehehe…Padahal aslinya ngga begitu kok :P . Ga tau di film kok sengaja dibuat begitu. Nia benar-benar menikmati film itu. Dia mulai merangsang dirinya sendiri. Dipegang-pegangnya kedua buah dadanya dan diremasnya perlahan. Tangan kirinya perlahan masuk kedalam daster bawah dan mulai meraba-raba vaginanya sendiri. Uh…Benar-benar lagi horny.

supir cewek cantik seksi Setelah beberapa menit asyik bermasturbasi, tiba-tiba supri membuka pintu kamarnya dan nyelonong masuk sambil membawa alat-alat pertukangan. Maklum, dia kan dapat perintah memperbaiki engsel jendela kamar Nia yang rusak. Mungkin karena bersiap-siap untuk kerja pertukangan, supri cuman pake celana pendek aja dan ngga pake baju. Kalo menurut saya sih, supri ini wajahnya lumayan dan tubuhnya juga sedikit kekar (medium-built). Kulitnya sawo matang. “Eh…”, teriak Nia kaget. Dia langsung menghentikan aktifitas masturbasinya. “Kurang ajar nih supir. Masuk kagak ketuk pintu, langsung nyelonong.”, umpat Nia dalam hati. Supri juga ikutan kaget melihat Nia yang sedang bermasturbasi, apalagi dia melihat di TV sedang tayang adegan DVD film porno, dimana sebuah gadis hong kong disetubuhi oleh cowok bule di dalam hotel. Erangan dan desahan nikmat ikut menambah suasana seksual dikamar itu (walau kayaknya dibuat-buat oleh pemainnya sih :P ). “Hei! Tahu aturan ngga sih? Kalau masuk bilang-bilang donk !”, ujar Nia dengan ketus. Supri gelagapan. “Aduh, non. Saya ngga tau kalo sampeyan ada didalam kamar. Mobil yang biasa non pake kan ngga ada di garasi !”. “Dipake Helda, tahu !”, kata Nia lagi, dengan ketus juga. Supri lalu meminta maaf, “Maaf, non. Maaf. Lagian saya hendak perbaiki jendela kamar ini.”.

“Non suka liat film gini? saya juga lho…”, kata supri, iseng. Nia ngga menjawab, cuman matanya mendelik. Didalam hatinya Nia merasa sangat malu. Supri cuman tertawa kecil, tersipu. “Apa bisa saya perbaiki jendelanya sekarang, non? Soalnya ntar malem saya ada urusan keluarga. Udah bilang ama non Helda kok.”, kata supri. “Ya udah. Cepet perbaiki sono.”, sahut Nia singkat. Dia lalu mengganti channel TV ke Starworld dan menonton sebuah serial. Masa mo liat film BF dikamar ama supir? bisa berabe donk ! Beberapa waktu kemudian, kedua orang ini sedang asyik dengan urusannya masing-masing. Supri dengan cekatan melepas jendela kamar dan mengganti engselnya. Nia sedang asyik nonton serial Bold and The Beautiful di Starworld. Terkadang Nia melirik juga kearah supri. Hm…Biar supir, dia keren juga deh. Potongan rambutnya cepak dan tubuhnya yang ideal ditambah celana pendek yang dipakainya mulai menggoda pikirannya. Ditambah kulitnya yang coklat hitam tampak basah oleh keringat. Plak..plak…plak… Nia memukul kedua pipinya perlahan, menyadarkan dia dari lamunannya. Saat dia cerita itu, aku sempatkan bertanya, “loe lamun yang jorok-jorok ya? Hehehe…Nyebut, donk. Nyebut. Loe kan uda ada pacar, si Wijaya! “. Eh, ngga taunya dia nyahut enteng banget, “so what gitu lho…”. Gileeee ! Ok. back to the scene…

Semakin lama Nia semakin merasa horny. Entah kenapa. Apakah karena aroma tubuh supirnya yang berkeringat itu (hormon feromone berterbangan :P ) atau sebab-sebab lain. Ngga jelas. Yang pasti, Nia lalu mengganti channel TV-nya kembali ke AV2, alias konek ke DVD player. Langsung dah muncul adegan psersetubuhan antara lelaki dan wanita. Saat itu adegannya udah hampir puncak. Sang bule menggoyang dengan keras panggul cewek hong kong yang sedang teriak- teriak keenakan. Lalu crot crot crot…Setelah itu, Nia melakukan Fast Forward hingga ada adegan intim lain. Supri seringkali melirik ke arah TV dan sedikit banyak kerjaannya terganggu karena ngga bisa konsentrasi. hahaha…Nia cuman duduk di tepi ranjang aja dengan gelisah. Horny sih, cuman mo gimana lagi. Beberapa waktu kemudian, nampaknya supri udah selesai menggarap jendela kamar tersebut. Dia lalu merapikan peralatan tukangnya.

“Wah. seru juga ya non filmnya.”, sahut supri sambil tersenyum kecil. Nia ga menjawab. Matanya terus terpaku ke layar TV, dimana ada adegan seorang gadis hendak diperkosa oleh mafia. Bajunya dirobek-robek dan celana dalamnya dilorot paksa. Lalu sang cowok memaksa ceweknya melakukan blow job. “Duh…pasti enak deh kalo diemut ama cewek ya.”, goda supri, pelan. “Lha…emang loe ngga pernah?”, tanya Nia lagi. Wah…ada tanggapan nih ! “Ya pernah lah. Ama bini dirumah. Tapi udah lama banget. Nonton film itu jadi pengen.”, sahutnya manja. “Ya loe emut aja sendiri.”, tukas Nia singkat sambil menyeringai. “Non udah pernah ya?” “Apa urusan kamu?” “Ye…kan cuman tanya doank…”. “Non, aku minta maaf ya, karena kejadian yang dulu itu.”, kata supri pelan. Nia diam aja. Menurutku, Nia ini gatel juga. Bayangkan, semua tanda-tanda persetujuan diberikan: 1. supri ga segera disuruh keluar, 2. nonton BF bareng2. Aku juga tahu, cewek kalo sedang horny maka rasionalnya ilang deh :P Makanya ngga bisa disalahkan jika supri mulai berani bertindak. Dia lalu duduk berlutut dilantai, persis didepan Nia. Nia sih katanya bingung dengan tindakan supirnya itu. Lalu tanpa berani memandang mata Nia, pelan-pelan supri mulai membuka paha Nia yang sedang memakai daster tidur itu.

“Hei! Loe mau apa, sup?”, tanya Nia sedikit ketus. Supri diam aja. Nekat aja deh ! Hehehe… Begitu lebarnya dirasa cukup, dengan cepat supri membenamkan wajahnya kedalam daster Nia dan mulai menciumi vaginanya. Dia juga menarik kaki Nia kedepan agar memudahkan dia dalam menjilati kemaluan Nia itu. “Ah…jangan sup…loe ngapain sup !”, erang Nia. Dia merasakan darahnya berdesir. Yap, she enjoyed that shit! Gadis ini merasakan lidah supri menjilati vaginya yang masih tertutup CD putih. “Ah…ah…”, erangnya. Di TV juga sedang ada adegan gadis disetubuhi. Jadi benar-benar membuat birahi Nia naik. Perlahan, supri melepas celana dalam Nia dan mulai menjilati vaginanya yang becek dan berbulu lebat itu. Nia cuman bisa memejamkan mata, menahan kenikmatan. Tangannya menjambak rambut cepak supri dengan pelan. Pahanya menjepit erat kepada supri. Dia betul-betul menikmati permainan lidah supri didalam vaginanya. Seteleh beberapa menit didalam kenikmatan, supri mengangkat kepalanya.

“Non, buka baju donk.”, pintanya. Nia mengangguk pelan. Dia lalu menarik dasternya keatas untuk melepasnya. Wuah…Nia melihat supri membelalakkan mata saat melihat tubuh bagian atasnya terekspos jelas. Nia sedang ngga memakai BH! Langsung dah keliatan dua buah bukit kembar putih dengan puting kecoklatan itu. Ukuran pas, sekitar 34A-lah. Hehehe…lumayan toh! Supri langsung melahap buah dada Nia yang sebelah kiri dengan ganas. Dia menyedot putingnya dengan cepat sampai suara sedotannya cukup keras. Persis kayak anak kecil sedang netek ibunya :P Nia mengerang. Dia membiarkan supirnya itu menikmati buah dadanya. Dia sudah lupa bahwa sebenarnya hanya Wijaya yang boleh menikmatinya. Hehehe… Dia mengangkat lengannya untuk memudahkan supirnya memeluknya sambil meng- ulum puting payudaranya. Tak lupa sang supir juga menjilati ketiaknya yang terangkat itu. Sekarang giliran payudara kanan Nia yang disepong. Tangan supri dengan ganas menggosok-gosok belahan vagina Nia. Hal ini membuat Nia semakin hilang kontrol dan membiarkan birahi menguasai dirinya. Setelah beberapa lama menikmati kedua payudara anak majikannya ini, supri lalu hendak merebahkan Nia ke ranjang. Tapi Nia menolak. Supri heran dan dia terbengong. Tapi ya sudahlah.

Jari-jarinya lalu mulai menggosok belahan vagina Nia dan mulai masuk kedalam. Tiba-tiba Nia memegang tangan supri dan menariknya. “Jangan mas.”, kata Nia pelan. “Kenapa? kan enak non?”, sahut supri lagi, terengah-engah. Nia diam aja. “Non masih itu ya? lom pernah ya?”. Nia menggangguk lemah. Supri tersenyum.”Jadi apa yang boleh ni?”, tanya supri lagi, gemas. “Pokoknya jangan itu.”, sahut Nia manja. Supri tersenyum. Dia lalu menidurkan Nia dan mulai menjilati vaginanya. “Ah…mas….enak mas…”, kira-kira demikian erang Nia. Supri benar-benar menghabiskan banyak waktu untuk menciumi dan menjilati belahan vagina Nia yang semakin basah itu. Beberapa menit kemudian, Nia menyuruh supri untuk menghentikan aktifitasnya. “Udah mas. Anuku capek.”, sahutnya pelan. Hah…saya sampai kaget mendengar ceritanya. Memangnya itu bisa capek ya tanpa disetubuhi? Supri nampak kecewa. Tapi ya udahlah. Lumayan bisa petting dengan anak majikannya yang seksi ini.

Nia lalu berdiri dan memeluk supri. Tangan kanannya tiba-tiba masuk kedalam celana pendek supirnya itu dan mengkocok penisnya dari dalam. “Ah…yes. Enak mbak.”, desah supri. “Mbak, diisep mau?”, tanya supri. Nia menggangguk pelan. Dia lalu gantian berlutut diatas lantai. Supri langsung tanggap dan dia segera melepas celana pendek beserta dalamannya sekaligus dan duduk ditepi ranjang. Nia lalu mengelus penisnya itu dengan pelan. Setelah dirasa cukup, Nia segera menjilati penis supirnya itu dari bawah keatas. Perlahan-lahan. Sesampainya diujung, dia menyedotnya perlahan, memainkan lidahnya dan kembali menjilat penisnya turun kebawah.

“Aduh…non. enak banget.”, desah supri penuh nikmat. Nia cuman diam. Dia sedang mempraktekan ilmu blow jobnya yang selama ini hanya diberikan kepada pacar-pacarnya. Wijaya aja belum pernah lho…Hehehe.”Ayo non. sedot lagi.”, pinta supri. Nia lalu mulai memasukkan penis yang cukup besar itu kedalam mulutnya. Hm..baunya yang sedikit menyengat agak mengganggu. Tapi ya sudahlah. Disedotnya penis itu dengan kuat, sambil tangan Nia meremas-remas buah zakar supri dengan lembut dan terkadang menariknya kebawah. Duh…aku aja yang mendengar ceritanya jadi horny. Apalagi si supri tuh. Katanya, sang supir sampai merem melek menikmatinya. Setelah beberapa lama, Nia lalu menghentikan sepongannya. Dia lalu memeluk supri dari depan sambil lidahnya menari-nari di puting dada supri. Tangan yang lain mengkocok penis supirnya itu dengan cepat.

“Ah…Yes….enak mbak…”, erang supri. Dia menurunkan tangannya dan meremas payudara kiri Nia sambil terkadang memainkan putingnya. Nia lalu menyedot puting supirnya itu sambil memainkan lidahnya. Setelah itu bergantian dengan puting susu supirnya yang satunya. Supri cuman bisa menjambak rambut Nia perlahan sambil memejamkan mata. Tangannya yang lain masih meremas payudara Nia dengan gemas. Dia merasakan nikmat di puting dadanya, juga di penisnya yang sedang dikocok cepat oleh Nia.

Beberapa menit kemudian, supri ngga bisa lagi menahan nikmat. “Mbak, aku mo keluar mbak…ah……”. Nia lalu menghentikan sedotannya diputing supri dan menggantinya dengan menyepong penis supirnya itu dengan cepat. Tak lama kemudian….Crot Crot….. Nia sampai kaget. Semprotan sperma supri itu mengenai wajahnya, dan sebagian jatuh mengotori payudara dan perutnya. Supri kelojotan merasakan kenikmatan seksual yang tiada tara…. setelah keduanya berpakaian, supri memandang Nia sambil berkata, “Duh non udah pengalaman nih…”. Nia cuman tersenyum. “Kapan-kapan lagi ya…”, kata supri sumringah. Nia cuman diam saja. “Ntar malam saya pergi jam 5, mbak. Trus kembalinya besok jam 7pagi. Tolong sampaikan juga ke non Helda ya.”, kata supri. Nia mengangguk. Supri lalu keluar kamar dengan puas. Nia lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan bekas-bekas ceceran sperma sang supir ditubuhnya.
LANJUT KLIK DISINI - Supir yang Beruntung

Supermarket Hot

Supermarket Hot
Aku bekerja sebagai sales assistant di sebuah supermarket Y di Bandung. Di tempat kerjaku ada seorang cewek bernama Ita. Ita adalah cewek yang paling akrab denganku. Segala masalahnya akan dia beritahukan padaku. Ita memang cantik, kulitnya putih, matanya bulat, buah dadanya pun membulat, tidak terlalu besar tapi cukup menantang membuat setiap laki-laki yang dekat dengannya ingin selalu menjamahnya. Siapapun yang melihat tubuh Ita pasti naik nafsu syahwatnya. Pantat Ita mengiurkan juga. Rambutnyapun panjang sebahu. Suatu hari Ita datang padaku,” Fer belakang badan Ita gatal-gatal nih”, Ita memberitahuku akan masalahnya.

“Tolong gosokkan ya, Fer” Ita menyuruhku. “Kalau begitu kemarilah”, balasku dengan sedikit terkejut. “Disini saja, di dalam gudang lebih enak” Ita memberitahuku dengan suara yang amat lembut dan begitu manja. Hatiku jadi cair. “Fer” Ita menarik tanganku menuju ke dalam gudang yang tak jauh dari tempat kami berdiri tadi. Kemudian Ita mengunci pintu gudang itu, serta mengambil bedak antiseptik di rak yang berdekatan,lalu mengulurkannya kepadaku. Aku tak sungkan-sungkan lagi, terus saja menaburkan bedak itu di atas telapak tanganku. Ita menarik baju yang dipakainya ke atas hingga sebatas tengkuk. Aku menelan ludah melihat ke belakang badan Ita, yang selama ini tak pernah aku lihat tanpa busana.

sales promotion girl cantik
SPG Cantik
Aku menepuk bedak yang ada di tanganku ke atas badan Ita. Hangat badannya. Aku mulai menggosok. Sesekali Ita kegelian, ketika aku mengurutkan jariku pada alur di tengah belakang badan Ita. Aku menggosok rata. Ita meraba-raba kancing BH-nya, lalu dilepaskannya, maka terurailah tali BH-nya itu di belakang badannya itu. berdesir darahku, aku menelan air liur, melihat aksi Ita yang berani itu tadi. Aku terus menggosok, dengan hati yang berdebar-debar. Aku merasa batang penisku sudah mulai mengeras. Aku merasa tak tahan. Tengah menggosok belakang badan Ita, tanganku secara perlahanlahan merayap ke dada Ita. “Hei! Apa-apaan nih”, Ita melarang sambil menepuk tanganku. “Ohh! sorry”, aku meminta maaf. Tanganku kembali ke bekakang. BH yang Ita pakai masih melekat di dadanya, menutupi buah dadanya yang mungil itu. Aku terus menggosok, kali ini turun sampai ke batas pinggang. Aku memberanikan diri mengurut ke dalam rok Ita, tetapi Ita menepuk lagi tanganku.

“Jangan!”, larang Ita lagi. “Sudah hilang belum gatal itu?”, Tanyaku pada Ita. “Belum !” jawab Ita pendek. Aku merasa semakin terangsang, batang penisku semakin mengeras dan mula tegang! Aku coba lagi untuk meraba ke dada Ita, kini aku telah dapat memegang buah dada Ita yang lembut itu, yang tertutup dengan BH berwarna putih. Ita tidak lagi menepuk tanganku tetapi dia memegang tanganku yang aku takupkan pada payudaranya itu. Aku mulai meremas buah dada Ita. Ita menggeliat geli sambil tangannya memegang pergelangan tanganku. Ita nampak sudah mula merasa terangsang. Aku mencium tengkuk Ita. Dia masih menggeliat-geliat akibat remasan serta ciumanku. Buah dadanya aku rasa sudah semakin menegang. Jariku kini memainkan peranan memilin-milin puting susu Ita pula! Aku sadari tadi memeluk Ita dari belakang. Batang penisku yang keras menonjol itu aku gesekgesekkan pada alur pantat Ita. Ita ketawa kecil, merangsang sekali! Ita membuka kancing bajunya dan terus menanggalkannya berserta BH-nya dan mencampakkannya di atas lantai.

Kini payudara Ita tak tertutup apa-apa lagi. Aku terus meremas-remas dan membalikkan badan Ita supaya berhadapan denganku. Ita menciumku rakus sekali, sambil mengulum-ngulum lidahku. Akupun begitu juga membalas dengan rakus serangan Ita. Aku menanggalkan bajuku. Ita mencium dadaku, perutku. Aku tetap mengecup-ngecup buah dada nya yang sudah mengeras tegang. Tanganku menekan-nekan pantatnya. Batang penisku semakin menegang. Tiba-tiba Ita berlutut, lalu membuka retsleting celanaku. Dia menarik keluar batang penisku yang tegak keras. Ita merasa kagum melihat batang penisku yang menegang secara maksimal itu. Ita menguak rambutnya ke belakang dan meng “karaoke” batang penisku. Dia menggengam rapi. Sambil mengulum secepat-cepatnya. Ita mengarahkan batang penis ke matanya, hidungnya, ke pipinya. Ita mencium sekitar batang penisku. Aku merasa nikmat sekali. Ita terus mengulum penisku hingga ke pangkal makin lama semakin cepat. Aku merasa kepala penisku terkena anak tekak Ita. Ngilu rasanya! Aku juga membantu Ita dengan mendorong dan menarik kepalanya.

“Ita, sudah hampir keluar! Sudah hampir keluar!. Ita sengaja berlagak tak tahu saja, ketika aku katakan maniku sudah hendak keluar. Ita masih mengulum. Air maniku tersemprot memenuhi rongga mulut Ita. Dia lantas mencabut keluar penisku lalu menjilat-jilat air maniku. Dia nampaknya menikmati sekali. Penisku jadi lembek kembali! “Aik! belum apa-apa sudah lembek”. Ita mengulum lagi penisku. Penisku jadi tegang lagi. Ita tersenyum memandangnya. Aku membuka celana. Ita duduk di atas meja. Aku berlutut menarik rok dan celana dalamnya. Ita sudah bugil di depanku. Bulu yang tipis warna pirang menutupi vaginanya. Aku mencium sekitarnya. Ita meletakkan kedua belah kakinya di atas bahuku. Aku mengangkangkan paha Ita. Bibir vaginanya sedikit terbuka.

Aku menjilatinya. Aku buka sedikit dengan jari lalu mengoreknya sedikit demi sedikit jariku menyodok vagina Ita. “Argh, argh, argh!” Ita mengerang perlahan. Vaginanya terlihat basah sekali. Aku meletakkan kepala penisku ke pintu vaginanya. Aku sodok sedikit, “Argh!” Ita mengerang lagi. Laku aku tekan lagi. ” Yes!” suara Ita perlahan. Aku menyodok lagi dalam sedikit dan terus ke pangkal. Aku mendorong dan menarik berulang kali. Ita makin terlihat lemas dan nikmat. Aku merasa kehangatan lubang vagina Ita. Ita mencabut penisku keluar. Dia turun dari atas meja dan mendorongku terlentang lalu duduk di atas badanku dan memasukkan lagi penisku ke dalam lubang vaginanya itu. Dia mengayun ke atas dan ke bawah. Tak lama dia tarik keluar lagi penisku. Ita kini agresif. Aku mendorongnya terlentang lagi. Ita merapatkan payudaranya dengan kedua belah tangannya.

“Masukin di celah susuku dong! Masukin di celah susu ah..!” Ita menyuruhku. Aku tidak sungkansungkan lagi terus melakukannya tapi sebentar saja. Aku duduk dan Ita masih terlentang, pahaku di bawah paha Ita, aku sodok lagi penisku ke dalam vaginanya. Aku mengayun dengan perlahan. Licin dan sedap rasanya Ita bangun dan bertiarap di atas meja, kakinya lurus ke lantai menungging! Akupun berdiri lalu membuat ‘doggy style’. Aku pegang kiri dan kanan pantat Ita dan mengayun lagi. Aku kemudian menyangkutkan sebelah kaki Ita di atas bahuku dalam posisi terlentang. Aku sodok lagi tarik dan keluar dorong dan masuk ke dalam vaginanya, pokoknya malam itu kami merasakan kepuasan bersama dengan mencoba segala posisi.
LANJUT KLIK DISINI - Supermarket Hot
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
sex